Aku diam bukan berarti aku tak tau…
Aku diam bukan berarti aku tak peduli…
Aku diam bukan berarti aku menerima…
Aku diam bukan berarti aku percaya…
Aku diam bukan berarti aku marah…
Aku diam bukan berarti aku bahagia…
Tapi…
Aku diam karena aku ingin kau mengerti aku dengan segenap hatimu…
November 2007
November 28, 2007
November 20, 2007
Tak pernah kusangaka
Jauh dari kamu membuat aku menderita
Sejak pertama bertemu denganmu
Dinegeramu yang indah
aku disini mengenang kamu
meski aku tak lagi sendiri
kumulai berfikir untuk tinggalkan
kekasihku di jakarta
duhai kekasihku cintaku tertinggal di Malaysia
haruskah aku kembali untuk bersamamu
duhai kekasihku haruskah kutinggalkan semuanya
yang ku miliki untuk hidup bersamamu
mungkinkah kamu cinta terakhirku
mungkinkah kamu cinta matiku
kumulai berfikir untuk tinggalkan
kekasihku di jakarta
duhai kekasihku cintaku tertinggal di Malaysia
haruskah aku kembali untuk bersamamu
duhai kekasihku haruskah kutinggalkan semuanya
yang ku miliki untuk kuserahkan hidupku untuk kuserahkan matiku
duhai kekasihku cintaku tertinggal di Malaysia
untuk hidup bersamamu
berilah aku satu keyakinan untuk kekuatan untuk kesungguhan untuk
bisa tinggalkan semua untukmu…
duhai kekasihku haruskah kutinggalkan semuanya
yang ku miliki untuk kuserahkan hidupku untuk kuserahkan matiku
duhai kekasihku cintaku tertinggal di Malaysia
untuk hidup bersamamu
November 20, 2007
Kenapa kita menutup mata, ketika kita tidur?
Ketika kita menangis?
Ketika kita membayangkan?
Ini karena hal terindah di dunia tidak terlihat.
Dan ketika kita membuka mata yang terlihat adalah hal nyata.
Dan sesuatu yang nyata kadang tak seindah angan-angan kita.
Kenapa orang yang bertengkar dan marah saling berteriak?
Karena orang yang sedang bertengkar dan marah hatinya tertutup oleh emosi, sehingga tak bisa melihat, mendengar ataupun merasakan kehadiran lawan bicaranya. Itulah sebabnya hati mereka terasa jauh sekali.. Sehingga mereka harus saling berteriak agar bisa mendengar satu sama lain.
Berbeda dengan orang yang sedang jatuh cinta. Hati mereka terasa dekat sekali… Sehingga hanya dengan bisikan mereka bisa mendengarkan dan mengerti maksud satu sama lain…
November 20, 2007
apa kabar hitam untuk cinta?
Warna kusam seperti jelaga dilangi mendung siang hari
menahan sinar mentari dan membawa dingin menggigil bersama sepi
aku sendiri…
ingin membunuh sepi tanpa harus bercinta lagi
apa kabar pink untuk cinta?
Warna ceria seperti bunga yang sedang mekar di pagi hari
mengantarkan kebahagiaan dan membawa kehangatan dalam kebersamaan
sekali ku mengenali selamanya ingin aku rasai
November 19, 2007
PERUBAHAN dan PENGORBANAN, apakah harus menyakitkan???
Posted by eeni under ba bi bu...Leave a Comment
Kenapa musim harus berganti??
Beberapa hari yang lalu, musim jadian dan balikan, ah… senengnya melihat wajah-wajah bahagia diantara teman-temanku. Seakan aku yang mengalaminya. Tapi tiba-tiba musim itupun berganti dengan putusan…
Uh… kenapa harus terjadi???
Tapi biarlah, mungkin lebih baik semua terjadi lebih awal. Sebelum segalanya terlanjur dan semakin mendalam, dan itu akan lebih menyakitkan.
Tadinya aku heran, kenapa mereka jadian dan balikan dalam waktu yang hampir bersamaan?
Dan akupun juga semakin heran, kenapa mereka putus dalam waktu yang juga hampir bersamaan dan dengan permasalahan yang hampir sama, yaitu PERUBAHAN dan PENGORBANAN….
Ketika seseorang pacaran, seharusnya dia mencintai dengan sepenuh hatinya…
mencintai kekurangan dan kelebihan pasangannya dan bisa menerima orang yang dicintai apa adanya, tanpa harus menuntut apa-apa…
Tapi kenapa semua itu tidak terjadi pada teman-temanku?
Pacarnya selalu menuntut agar temanku berubah menjadi seperti ini, seperti itu…kamu harus begini, kamu harus begitu…
Lalu, jika tidak bisa berubah menjadi seperti apa yang diinginkan atau ketika kita sudah berusaha untuk menjadi seseorang yang seperti dia inginkan namun gagal, akankah hubungan mereka akan berlanjut, atau harus berakhir???
Sebenernya cinta itu apa?
Apakah dengan merubah seseorang yang kita cintai menjadi seseorang yang kita inginkan itu namanya cinta?
Bukankah dengan memberikan toleransi dan menerima kekurangan dari pasangan itu adalah perwujudan dari cinta?
Kita bukanlah sosok yang sempurna, kenapa harus mencari seseorang yang sempurna?
Bukankah lebih baik kita mencari seseorang yang biasa dan mencintai dia secara sempurna?
Memang, cinta butuh pengorbanan… Tapi jika hanya satu belah pihak yang berkorban, bukankah itu menyakitkan….
Pengorbanan harus dari kedua belah pihak, berusaha bersama-sama itu akan jauh lebih indah.
Jika kita bisa menerima dia apa adanya kenapa dia tak bisa menerima kita apa adanya….
Tiada salahnya kita berharap orang yang menjadi pasangan kita adalah orang yang seperti dalam angan-angan kita, jika tidak, tiada salahnya juga kita berharap dia bisa berubah menjadi seorang yang seperti harapan kita, tapi itu bukanlah harga mutlak untuk bisa menerima keberadaan pasangan.
Karena kita tidak mencintai seseorang yang ada dalam angan-angan kita, tapi kita mencintai seseorang yang nyata yang ada didepan kita sepenuhnya, bukanlah sosok jadi-jadian.
Itukah pengorbanan????
Ketika pacar mengobral rayuan dimana-mana, mengumbar panggilan sayang dimana, pastilah kita juga cemburu menghadapinya. Tapi mungkin kita berusaha untuk menekan perasaan itu karena kita tak ingin ada perselisihan atau pertengkaran. Tapi jika dengan kesabaran kita, sang pacar tetap tidak berubah, bukankah itu juga menyakitkan.
Seorang yang sedang pacaran, hati mereka sangat dekat, sedikit erangan di hati pasangan akan dapat didengar, tapi kenapa rintihan dan tangisan karena cemburu itu tak juga dia dengar? Apakah sang pacar benar-benar mencintai pasangannya jika dia tak juga mau berubah?
Jika tiap hari terus merasakan cemburu, bukankah lama-lama akan menjadi tertekan…?
Apakah ini pengorbanan?
Jika pacar adalah orang yang suka membagi cinta dengan yang lainnya. Menduakan cinta karena dia menganggap kita yang memuja dia. Haruskah kita diam saja dan terus bersabar…?
Inikah pengorbanan?
Jika cinta sebegitu menyiksa, kenapa tidak diakhiri saja????
November 16, 2007
Gara-gara temen banyak yang mo wisuda, aku tiba-tiba teringat sebuah kejadian beberapa tahun lalu (kejadian apa seseorang yah?!!!). Ya, sekitar akhir tahun 2003. Waktu itu, 1 hari sebelum wisuda…
Sore hari tepatnya, seorang kaka’ yang dekat denganku, tiba-tiba menarik dan mencium tanganku… Oh… so sweet…. Dia bilang kalo dia habis gladi bersih. Tergambar gurat kebahagiaan dari wajahnya, sampai dia tak sadar apa yang dilakukannya.
Kaka’, dimana kau sekarang???
Ade’ kangen neh….
Kenapa tiba-tiba hpmu tak bisa dihubungi. Kenapa juga kaka’ ga pernah menghubungi ade’mu ini?
Ade’ pengen curhat” kaya dulu lagi, kaya kita masih sama-sama kuliah dulu. Menipu orang disekitar kita dengan tingkah laku kita yang romantis dan penuh kasih sayang meski tanpa harus menunjukkan kemesraan.
Kita hanya bisa berkata, biarlah orang menganggap kita pacaran, tapi hanya kita yang tau kalau kita hanya berteman….
Biarlah mereka cemburu, so what githu…
Dan ternyata cara kita berhasil ka, ampe sekarang temenmu masih menganggap kita dulu pacaran.
Ka’, ade’ menunggumu…..
November 15, 2007
Postingan ini aku persembahkan untuk siapa saja yang lagi sedih karna jauh dari orang terkasih. Please.. jangan sedih, karena mereka pergi untuk kembali… Sebenernya bukan tulisan sendiri seh…, aku pernah baca tulisan ini, ga tau sapa yang nulis (sekalian mnta izin pada yang empunya tulisan buat posting ulang). Tapi suer, bagus banget…
LARA HATI
Risaulah hati…
Kini kau telah pergi
Ku sepi di sini
Tanpamu sang lara hati
Aku ingin kau di sini
Menemani sejuta hari
Berbisik tentang sebuah janji
Kau takkan pergi
Tapi kau tak di sini
Aku kini sedih lagi
Kau telah pergi
Membawa cinta hati
Aku ingin pergi
Menemui sang lara hati
Tapi aku tak mau sedih
Bila nanti kau tak sendiri*
Mungkin bait trakhir bisa juga tuh dirubah jadi:
Aku ingin pergi
Menemui sang lara hati
Tapi aku tak mau sedih
Karna dompetku tak mencukupi.. ( He….
)
Dan yang ini buat temanku yang selalu membuat kenistaan… Ingat, hidup bukan cuma untuk berbuat nista…!!
DIANTARA DUA HATI
Aku tertampar saat ada dia di antara kita
Akupun lara saat kau sebut dia yang lain
Aku tersenyum meski hatiku adalah erangan
Kau bagi sebuah hati
Kau suguhi aku manis kepalsuan
Kau renggut semua asa yang tertinggal
Saat aku mesti pergi
Kan kemana aku melangkah?
Sedang kepingan itu tlah tiada mungkin menyatu
Sedang hancur tlah meluluhlantahkan niat diri
Aku hanya sosok lemah
Namun aku masih punya hati
Yang tiada mungkin kau taburi
Cinta lain didalamnya
Aku sakit
Namun tetap ku gigit
Aku lara
Tapi ku tetapkan tertawa
Mengapa luka?
Kau tiba di saat aku inginkan arti cinta
Kepercayaan itu….
Luruh berguguran di jiwa hampa
Sungguh aku harus bisa
Meniadakan cinta di atas cinta
Menidurkan harap yang semakin meronta
Selamanya… (Jangan!! Sementara…)
Sing sabar ya nduk…..
November 15, 2007
Menikah, menikah dan menikah….
Kenapa temen-temenku banyak yg membahas masalah menikah, mulai dari buletin” yg berisi tentang pernikahan, kirim artikel dan bahkan cerita pribadi tentang prnikahan ataupun prtanyaan” kapan menikah?? Mungkin mang dah waktunya kale… Untuk usia yang dah hampir udzur (kasihan banget…) dengan status “single” yang masih tersandang, mungkin sudah saatnya memikirkan hal itu. Tapi, menikah juga perlu pertimbangan yang matang. Banyak sekali yang harus diperhatikan. Jangan sampe ikut”an trend artis jaman sekarang, menikah…. cerai…(na’udzubillah) rujuk….(alhamdulillah) cerai lagi….(innalillah)
Bukan maksud hati ingin menggurui(nikah aja belum, mo meggurui… ), tapi di blog kali ini aku hanya ingin ngasih pertimbangan aja… Nah, ketika mo menikah, kita harus memperhatikan hal-hal seperti berikut:
1. Jangan menikah karena harta
Apalah gunanya hidup bergelimangan harta tanpa cinta. Harta dapat dicari. Harta dapat datang dan pergi setiap saat. “Cinta” yang sesat dan sesaat dapat diperoleh setiap saat, tapi cinta yang sejati akan terbawa sampai mati, dengan harta tak akan terbeli. Uang/harta bukanlah segala-galanya, walaupun segala-galanya membutuhkan uang/harta. Meskipun sekarang ini materialistis telah bergeser arti menjadi realistis.
2. Jangan menikah karena perasaan asmara
Apa arti cinta yang sebenarnya? Rasa tertarik, simpati, naksir. Bukan itu hanyalah perasaan asmara yang sering disalahartikan sebagai cinta. Asmara itu bukan cinta. Asmara dapat dengan mudah berubah oleh rupa, harta, tempat, keadaan dan dunia. Asmara hanyalah sementara, tidak tahan lama dan tidak tahan uji . Cinta perlu diuji dalam suka dan duka dengan mata terbuka.
3. Jangan menikah karena rupa saja
Kecantikan yang terlihat dari luar kadang juga penting, tapi kecantikan dari dalam jauh lebih penting. Kecantikan yang diluar memang indah, tapi dapat luntur termakan umur.
4. Jangan menikah karena rasa kasihan
Rasa kasihan memang baik dan harus ada dalam hidup kita, tapi tidak boleh menjadi dasar pernikahan. Kasihan dapat habis,tapi kasih tidak berkesudahan. Dasar pernikahan adalah kasih, bukan kasihan.
5. Jangan menikah untuk kepuasan sex saja
Memang sex suci dan penting dalam hubungan suami-istri, namun tidak boleh menjadi tujuan utama dari pernikahan. Sex hanyalah salah satu bagian dari pernikahan. Orang yang hanya mengejar kenikmatan sex akan kecewa dan terjerat oleh kesusahan yang diciptakannya sendiri.
6. Jangan menikah karena paksaan keluarga
Seorang anak harus berbakti kepada keluarga, namun tidak boleh menyerah dalam hal nikah, kalau mereka memang salah dan anda benar. Berdoalah dan berikanlah penjelasan kepada mereka, jangan dengan kekerasan.
7. Jangan menikah karena desakan usia
Bila semakin bertambahnya usia dan rekan-rekan sudah berpasangan, orang akan mulai gelisah (terutama pada wanita). Banyak orang akhimya asal tabrak dan sikat. Hindarilah tindakan tersebut. Sabarlah dan yakinilah bahwa Tuhan sudah menyediakan yang terbaik untuk anda. Jangan takut kehabisan jatah dan kadaluarsa.
8. Jangan menikah untuk membalas jasa
Orang yang telah berbuat baik perlu dibalas, tapi jangan dengan pernikahan.
Salah satu hal lain yang tidak boleh dilupakan, dan merupakan yang terpenting adalah Jangan Menikah tanpa Pengertian dan persiapan dengan tindakan yang nyata. Menikahlah menurut pola rencana Allah. Daripada salah dan mengundang derita, lebih Baik menunggu menikah. Jika tidak diteguhkan oleh Allah. Karena Allah yang menciptakan manusia sepasang-sepasang. Tanpa persetujuan Allah, tidak mungkin manusia dapat bersatu.
Lebih baik menunggu seseorang yang kita cintai daripada harus menikah dengan seseorang yang telah tersedia. Karena seseorang yang tersedia belum tentu jodoh kita.
So… Ramaikanlah hidup dengan menikah… He…
November 15, 2007
Ketika kau pergi meninggalkan aku…
apakah yang kau tinggal?
dan apakah yang masih tersisa?
hiduplah yang masih tersisa
walau terkadang terasa hampa…..
November 15, 2007
Ketika kamu mencintai seseorang
Dan kamu berharap kepadanya
Untuk dapat memiliki selamanya
Dan orang itu datang kepadamu
Dengan senyum manis dari bibirnya
Bagaimana perasaanmu??
Dan ketika kamu mencintai seseorang
Dan kamu berharap kepadanya
Untuk dapat memiliki selamanya
Dan orang itu pergi menjauh
Dengan senyum sinis dari bibirnya
Bagaimana perasaanmu??
Dan ketika kamu mencintai seseorang
Dan kamu berharap kepadanya
Untuk dapat memiliki selamanya
Dan orang itu hanya diam di tempatnya
Dengan senyum hampa dari bibirnya
Bagaimana perasaanmu??